Surat dari Sahabat

Kepada perempuan dilanda ketakutan

Selamat pagi,
Kutebak kau sedang bersiap untuk pergi ke kantor. Merapikan apa saja yang harus dibawa, termasuk percakapan kita semalam yang tak bermuara. Sebenar-benarnya aku tak pernah tahu apa saja yang ada di dalam kepala. Kekasihmu yang telah pergi dibawa egonya; atau rumahmu yang penuh dengan amarah-amarah tak terucap. Belum lagi perihal lelaki baru yang menawarkan senja gemuruh di dada.

Bibirmu, ada luka bersemayam di sana. Garis-garis lengkungan berjumlah sama dengan berapa kali hatimu patah. Setiap kali kau tersenyum, semakin subur luka mengakar. Setiap kali kau tertawa, membentuk pohon-pohon luka baru berdaun putus asa. Kau bahkan tak pernah sadar bahwa lelah kian hari kerap manjalar. Mengunci mulut rapat-rapat namun menjaga agar tetap bernalar.

Luka tak pernah sebesar semesta sayang, ia hanya mampir lalu pergi lagi setelah mendapat cerita. Tentang kisah-kisah senja yang dibawa lari oleh malam; pagi yang jatuh cinta pada embun di dahan; angin yang seenaknya bermain dengan rambut gadis belia.

Untuk apa merasa takut jika luka telah mencumbumu tanpa sisa? Nikmatilah luka sayang, ia begitu jatuh cinta padamu. Seperti buncah kembang api pada malam tahun baru. Seperti bocah yang merengek meminta kue bolu.

Aku tahu kau merasa lelah, maka rebahlah pada sunyi. Ia akan memelukmu selama matahari masih berdiri. Mencuri waktu yang kerap kali ditelan bunyi detik. Berharap malam pun jadi panjang dan doa-doa mulai berterbangan di atas kepala-kepala pendosa. Kemudian mati sebelum mencapai tangan Tuhan.

Sebab; kau tak akan pernah tahu sejauh mana kaki-kaki melangkah. Jalan yang tak selalu lurus lalu patah di ujung harap. Tanah yang menyerap segala risau saat butir doa mulai jatuh. Maka rebahlah engkau saat resah mulai bersetubuh.

Percayalah sayang Dia yang kaupikir menyakitimu adalah Dia yang mencintaimu tanpa celah. Dia yang selalu ada ketika ragu mulai menyelimuti hatimu yang papa. Hanya berjarak kening mencium tikar. Lalu apakah kaumasih bertanya?

Tertanda,

Seseorang yang begitu mempercayaimu

P.S.
Credited to @unyiilz . You got it, bitch🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s