Implementasi Sistem Berbasis ERP

Penerapan ERP merubah proses bisnis  dan system informasi yang ada, karena ERP melingkupi seluruh bagian dari perusahaan, maka bila ERP tidak berjalan, dapat terjadi kelumpuhan operasional pada perusahaan. Champ et al. (2004) menyatakan bahwa ERP bukanlah tentang mengganti system software yang ada, tetapi ERP adalah tentang me-re-engineering dan mentransformasi penerapan bisnis menjadi best business practices.

Perubahan lingkungan bisnis yang sangat cepat memerlukan penyajian data secara instan dalam bentuk kuantitas dan kualitative yang tidak dapat disediakan oleh system informasi tradisional; oleh karena itu Persson dan Stirna (XXX) menekankan setelah menerapkan ERP yang mampu memberikan pandangan bisnis menyeluruh dari suatu informasi dan dari suatu arsitektur teknologi informasi, harus dilakukan :

  • Regular update / upgrade untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, produktifitas dan permintaan user; sehingga konsistensi dan integritas data  pada seluruh modul dapat dipertahankan
  • Knowledge management system (KMS), system informasi yang mendukung inisiatif  KMS  akan meningkatkan kemungkinan perusahaan mencapat tujuannya
  • Integrated Management Information System,  penggabungan informasi lama dan baru, pengolahan informasi secara real time, distribusi informasi yang tepat; untuk mendukung pengambilan keputusan

Pendekatan dalam Implementasi ERP

Pendekatan big bang merupakan pendekatan yang paling ambisius dan berisiko dibandingkan dengan phased-in. Organisasi yang menerapkan pendekatan ini berusaha untuk mengubah operasi dari sistem lama ke sistem baru dalam satu even yang menerapkan ERP untuk seluruh perusahaan. Pengubahan secara langsung dari sistem lama ke sistem baru umumnya berimbas pada penolakan dari staf untuk menggunakan sistem baru. Dan penolakan ini dapat mengakibatkan kegagalan sistem baru secara keseluruhan.

Pendekatan phased-in merupakan alternatif populer dari big bang yang sedang berkembang. Dalam perusahaan yang terdiversifikasi, sistem ERP dapat diinstal pada tiap unit bisnis untuk mengakomodasi penyesuaian yang diperlukan untuk asimilasi. Dalam perusahaan yang tidak terdiversifikasi, pendekatan ini dapat digunakan dengan cara mengkonversi sistem lama untuk proses bisnis awal (misal entri pemesanan) ke sistem ERP, dengan diiringi integrasi sistem dan rekayasa ulang proses-proses.

Selain kedua pendekatan ini,ada juga pendekatan implementasi parallel, dimana biasanya perusahaan menggunakan dua system secara bersamaan,yaitu system lama dan system barunya,sampai system baru ini benar-benar siap dan berhasil dierapkan.

Yang terakhir adalah pilot Project,dimana sistem baru diterapkan di suatu tempat, dan jika system itu berhasil barulah system baru tersebut diterapkan ke seluruh perusahaan.

Implementasi Sistem ERP

Implementasi system informasi yang berbasis ERP dapat terlihat pada:

  • Customer Relationship Management (CRM)

CRM adalah sebuah system informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pasca penjualan dalam sebuah organisasi. CRM melingkupi semua aspek yang berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini, termasuk didalamnya adalah pusat panggilan, tenaga penjualan, pemasaran, dukungan teknis dan layanan lapangan menstimulasi kepuasan pelanggan, memaksimalkan penjualan yang efisien, mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan konsumen yang unik, mengurangi biaya pelayanan, mengakselerasi komersialisasi ide, membagi informasi tentang konsumen keseluruh perusahaan; sehingga meningkatkan keuntungan perusahaan.

  • Supply Chain Management (SCM)

SCM ( Supply Chain Management) adalah pengelolaan jaringan bisnis yang saling berhubungan yang terlibat dalam penyediaan dari produk akhir dan paket layanan yang di perlukan oleh konsumen akhir.Tujuannya adalah untuk memenuhi permintaan pelanggan melalui penggunaan sumber daya yang paling efisien, termasuk kapasitas distribusi, persediaan dan sumber daya

manusia. SCM dengan sistem real time information, menghubungkan informasi bisnis kepada supplier, mendapatkan harga, kualitas, lead time dan pelayanan terbaik dari supplier, informasi terdokumentasi dengan baik

  • Human Resource Management (HRM)

HRM adalah management yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat”. (Edwin B. Flippo, T. Hani Handoko 1994, Moh Agus Tulus 1994)

  • Finance Resource Management (FRM)
  • Manufacturing Resource Planning (MRP)
  • Service Management (SM); solusi total untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan dan kepuasan pelanggan
  • Product Lifecycle Management (PLM); mengurangi biaya, meningkatkan kualitas dan mempercepat pengiriman produk ke pasar, informasi produk dapat di oleh pada siklus apa saja, sehingga semua pihak dapa merespon dengan lebih cepat
  • E-Learning; pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih strategis, meningkatkan kinerja, partisipasi pelatihan karyawan dapat dimonitor selalu, informasi produk dapat diperoleh secara konsisten

Workflow Management System; membantu perusahaan untuk mendapatkan,  menyimpan dan mengkatalogkan informasi.

 

5 thoughts on “Implementasi Sistem Berbasis ERP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s